Home Novel Maou Maou Harem Chapter 121

Maou Maou Harem Chapter 121

Menghitung kata...

Sunny bermimpi tentang sebuah gunung.

Bergerigi dan sunyi, puncak itu tampak kerdil dibandingkan puncak-puncak lain di pegunungan tersebut, membelah langit malam dengan tepiannya yang tajam. Bulan yang bersinar menyinari lerengnya dengan cahaya pucat yang remang-remang.

Di salah satu lereng, sisa-sisa jalan tua masih menempel erat di bebatuan. Di sana-sini, batu-batu paving yang lapuk terlihat menembus salju. Di sisi kanan jalan, tebing curam menjulang seperti tembok yang tak tertembus. Di sebelah kiri, lautan hitam sunyi yang tak berujung menunjukkan jurang yang tak ada habisnya. Angin kencang menerjang gunung berulang kali, meraung dengan amarah yang tak berdaya.

Tiba-tiba, bulan terbenam di cakrawala. Matahari terbit dari barat, melesat melintasi langit dan terbenam di timur. Siklus ini berulang lebih cepat dan lebih cepat, membaurkan siang dan malam menjadi badai cahaya dan kegelapan yang memusingkan.

Gunung itu tetap tak tergoyahkan, diam-diam menahan perjalanan waktu. Badai salju yang dahsyat melanda lerengnya, dan guntur yang memekakkan telinga mengguncang puncaknya. Namun, ia berdiri tegak, seolah mengejek kekuatan alam.

(Klik di mana saja pada teks ini untuk memunculkan atau menyembunyikan menu navigasi bawah!)






Teks tambahan agar halaman bisa di-scroll dan fungsi auto-scroll serta scroll-to-top/bottom bisa terlihat fungsinya. Silakan buka menu pengaturan (ikon slider) untuk mencoba fitur ganti font elegan dan pemutar Text-to-Speech!

Bagikan Bab Ini

20 Shares

Tip Navigasi: Anda dapat menggunakan tombol panah Kiri () dan Kanan () pada keyboard untuk berpindah bab dengan cepat.

Menemukan kesalahan ejaan, konten rusak, atau iklan mengganggu? Beritahu kami segera.

Memuat Bab...